Feeds:
Posts
Comments

Satu

Telah kudengar gema itu

Pertanyaan dari gua hatimu

pada kata akhir aku menjawab

Karena talu yang kuletakkan di telingaku

Mungkin takkan memuaskan inderamu

Namun cahaya yang kita rasa akan selalu ada

Walaupun yang tersisa hanya racun

Tetap kureguk pahitnya

Dan kunikmati sakitnya

Dan kuingat namanya, namamu.

-Pestolaer-

untuk temanku baruku sekarang dan diri lamaku dua tahun yang lalu


EverythingIsHidden

Ini tentang seorang anak yang bertarung melawan kebenaran. Walau 2 hari 2 malam ia berusaha menceburkan asanya ke dalam kenyataan, rohnya tetap menolak,”tempatku bukan di sini”. Menyadari ia bukan titisan, hatinya terjerat. Ia meraung-raung menggemakan ruang tempatnya bermukim, meneriakkan sumpah serapah pada Tuhannya. “Dimana Kau ilusi? Bisikanlah telingaku bahwa ini hanya mimpi!”

Satu detik sebelum Sang Khalik menyentuh pundaknya, kepalanya meledak. Hamburan otaknya berserakan mendukung realita.

exaudi

kepada kalian yang membacanya, tolong aku, aku terjebak dalam kenyataan yang seharusnya tidak kutahu. umat manusia termasuk kamu terlibat dalam kenyataan itu, dan kita semua sedang diancam pemusnahan masal! aku tahu ini salahku tidak menulis memo agar penemuanku tidak dikembangkan, tapi di luar sana, pengikutku terus memberikan tanda-tanda yang tidak pernah dipercaya oleh para apatis. maafkan aku. ampuni aku tuhan. kamu harus LARI.

S.I.N

prepasca

kamar mandi, 17:52, 22 mei 2009

Beberapa bulan lalu, saya sempat mengajukan pertanyaan “Menurut lo, bakal ada ga mobil terbang lalu-lalang kayak di komik-komik?” kepada seorang teman pemikir. Menurutnya, ya. Tapi tidak menurut saya. Saya pikir inilah masa depan. Sekaranglah masa depan itu. Dan banyak aspek dalam dunia ini yang sudah sampai di titik puncak perkembangan dan mengalami stagnasi.

Tapi saya keliru (yah, anggap saja pada saat itu “aspek” sayalah yang mengalami stagnasi).

“Hari ini adalah masa depan bagi kita kemarin, Esok adalah masa depan bagi kita sekarang” benar-benar saya rasakan. Kita yang sekarang punya masa depan, kita yang masa depan juga punya masa depan. Intinya, masa depan akan terus berujung dengan masa depan dan akan terus begitu sampai saya dan anda semua mati <tangguhkan dulu dogma-dogma agama dan kepercayaan spiritual lainnya>.

Namun (inilah indahnya dunia kita semua!), “kita mati” adalah juga masa depan bagi orang-orang lain yang masih hidup; bagi mereka yang merasa kehilangan, mereka yang mendapat pekerjaan, mereka yang menang, dan lainnya. Dan dari dasar inilah saya menyimpulkan, bahwa perpisahan adalah salah satu bukti ke-eksistensi-an masa depan. Makna kata “perpisahan” sangat erat kaitannya dengan waktu, begitupun “masa depan”.

- – -

Lalu kapan saya menyentuh masa depan itu?

PEKA LAH, mungkin ia datang saat yin tidak disandingkan dengan yang lagi, saat langit sudah terganti oleh polusi, saat semua binatang tak mampu lagi bermetamorfosis, saat saya tervonis mengidap kanker paru-paru, atau saat israel dan palestina bersatu, mungkin? haha. Berhentilah berekspektasi manusia dan jangan coba-coba jadi iblis.

zakeus

apapun nama yang kamu titahkan pada hubungan ini, aku tetap bangga.

Kita: Rampung

Ada seorang wanita ubur-ubur yang kerap diperkosa oleh pria suam tak berwajah.

Pepatah itu, dari cinta timbul nafsu, tengah berakar di ideom si pria suam.

Dengan berkelakar ia setubuhi si wanitaubur-ubur.

Tapi ia tetap gadis.

Karena seperti layaknya ubur-ubur, seolah-olah Tuhan ingin membuat fisiknya sinkron, kakinya adalah tentakel. Tentakel yang berjumlah 16 :

- 8 pasang kaki

- 8 selangkangan

- 8 kegadisan

Dengan segenap kekuatan otaknya, si pria berusaha agar si wanita tak bergadis lagi.

Berjuta-juta volt yang dialirkan si wanita ketika selaputnya nyaris koyak membuat si pria kewalahan. Tegangan itu menyerbu indera netra-nya yang rapuh.

Ternyata usahanya percuma. Sekeras ia berusaha, si wanita masih punya 5 dari 8 gadis.

Aneh oh anehnya, diksi yang ia tau dan yang ia berani ambil resikonya tidak bisa diterima oleh para normal. Meski si wanita ubur-ubur tidak tergolong normal.

Aku adalah Sang Pria.

Dan hei, jangan pikir kamu adalah Ubur-Uburku.

Ubur-Uburku juga adalah aku.

“Tuan dan nyonya, sambutlah si Klinfelter.”

Tribute for you

When we cheat and we lie
Nobody says it’s wrong
So we don’t ask why
Cause it’s all just the same at the end of the day

sad song, OASIS

animo

Kami beradu. Di tengah curahan hasil sekresi yang tak berani kami hitung delta titik jatuhnya. Serta di malam yang tak menyisakan derajat sedikit pun untuk hidup. Aku menyerangnya tanpa kontur, membuat ia terengah-engah tak beratur. Bak! Buk! Imunku habis entah kemana, tapi ia tak berkutik, karena sedang kukulum bibirnya. 3 menit 5 menit kami diam. Lalu terhenyakkan serempak,
“Ternyata masih ada bir!”; schachmatt!

Dor

Segala sesuatu di dunia ini harus seimbang

Ya, itu benar. Jika satu hal pun di jagat raya ini ada yang timpang sebelah, maka dunia akan malfungsi. Aliran hidup di dalamnya tidak akan berjalan dengan sempurna.

Seluruhnya harus seimbang.
Seimbang itu tidak harus 50-50. Tidak harus kanan sama-kiri sama.
70 untuk kebaikan dan 30 untuk antonimnya bisa saja dibilang seimbang.

nah,
Apa jadinya bila di dunia ini tidak ada kejahatan?
Apa jadinya kalau tidak ada yang namanya perang, nepotisme, pemerkosaan, dan segala tetek bengek kriminalitas?
Itu tidak seimbang.
Jika mamalia seperti kita tidak pernah menyentuh yang namanya “jahat” atau “buruk”, kita tidak akan tahu apa isi “baik” yang sebenarnya. Karena itu kita butuh eksistensi kejahatan di dunia ini.
Seharusnya polisi bersyukur kepada penjahat perang, para preman, dan manusia ugal-ugalan. Kalau mereka tidak rela mengeluarkan keringat untuk memporakporandakan dunia, polisi tidak akan berguna. Para kijang itu tidak akan punya sesuatu untuk memompa perut sendiri. Kalau mereka tidak sudi atas tercantumnya nama mereka di media massa, bagaimana?

Kita tidak bakal tahu yang namanya AMAN. DAMAI. TENTERAM. seperti yang terpajang besar-besar di setiap plang periklanan jasa masyarakat yang bertitel polisi.

Para penjahat itu sebenarnya baik, dan heroik. Mereka rela ditelanjangi dan dihukum mati demi terciptanya keseimbangan. Mereka rela keluarganya dibenci demi masyarakat yang haus akan kedamaian.
Tapi tak sedikit orang yang rela menceburkan dirinya menjadi penjahat, kriminil.

Menjadi orang jahat jauh lebih sulit dibanding menjadi orang baik.

Tuhan, jika Engkau menginzinkan, aku akan menyempatkan waktu untuk menjadi orang baik yang bernama penjahat suatu hari nanti.

Kukuk

Malam, burung hitam
Malam, awan
Malam, michelle
Malam, laputa
Malam, rasuna
Malam, janan
Malam, agni
Malam, candy
Malam, kikuk
Malam, K A M U
Malam

Older Posts »